Pabrik Tas Bandung

cv. adipura mandiri

Konsultasi Produk

harga tas laptop

Connect With

Pabrik Tas Bandung

yahoo harga tas

Bpk. Heriyan
0818 2222 99
2B5E C799
Ibu. Delvine
0818 2200 28
765B C43C

 

tas jakarta

Rek. No. 0850-3377-99, Heriyan BCA
CABANG SUDIRMAN - Bandung

tas bandung

Rek. No. 13000 1287 4437, Delvine
Mandiri - Bandung

tas troli

Rek. No. 8549-6636, Delvine DANAMON
CABANG DAGO - Bandung

 

Arti Bentuk Logo

 

Arti Bentuk Logo Perusahaan

Logo merupakan sebuah identitas sebuah perusahaan. Dari sudut pandang pemasaran, logo memiliki fungsi untuk membedakan sebuah produk dengan produk pesaing lainnya. Logo merupakan hasil atau karya dari seni rupa yang umumnya berupa dua dimensi (dwi marta), tiga dimensi (tri marta) atau kombinasi keduanya. Karena alasan itulah, logo tidak dapat lepas dari elemen-elemen dasar dari senirupa seperti garis, bentuk, warna, tipografi (tata huruf) dll.

Berikut penjelasan singkat mengenai elemen-elemen pembentuk pada logo :
• Garis
• Bentuk
• Tipografi (tata huruf)
• Warna

Garis


Pengertian garis ada dua versi. Versi pertama garis adalah benda dua dimensi tipis memanjang (Leksikon Grafika). Versi kedua garis adalah sekumpulan titik jika dijajarkan maka akan terbentuk garis (Lilian gareth). Terlepas dari pengertian garis, garis merupakan elemen utama dalam senirupa. Sering juga disebut dengan kontur. Garis merupakan hal yang penting sejak dulu.

Peradaban manusia jaman kuno, menggunakan elemen garis sebagai media ekspresi senirupa didalam gua-gua. Contoh lainnya, lukisan di dinding gua lascaux (perancis), Altamira (spanyol), dan lainnya. Selain berupa lukisan, peradaban di jaman kuno, garis digunakan sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12-10SM) yang berupa goresan-goresan.

Suasana / atmosfer (garis lengkung)

Mengapa garis begitu penting? Selain elemen dasar dalam senirupa, garis memiliki kemampuan dalam mengungkapkan suasana. Garis menciptkan suasana akibat proses stimulasi atau mendorong indera kita dari melihat bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat disekitar kita.

Sebagai contoh, jika melihat garis berbentuk "S", atau yang dikenal dengan "line of beauty", akan terasa suasana dengan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini tercipta melalui ingatan kita sebelumnya dengan bentuk-bentuk yang dominan, bentuk lengkung seperti penari, gerak ombak di laut dan lainnya.

Suasana / Atmosfer (Garis Lurus)

Garis lurus menciptakan suasana kekuatan, arah dan perlawanan. Ada beberapa jenis garis serta suasana yang dihasilkannya.

 

Garis Vertikal : (garis tegak dari bawah ke atas atau kebalikannya) Menciptakan suasana kekuatan, kemantapan dan kemegahan.

Garis Horizontal : (garis mendatar dari kiri ke kanan atau kebalikannya) Menciptakan suasana ketenangan atau hal yang tidak bergerak.

Diagonal :Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.


Lengkung S : Keanggunan, gaya lemah gemulai.

Zig-Zag : Semangat, bergairah, dinamika atau bergerak secara terus menerus.

Kombinasi lurus dan berbelok : Sedih, lesu atau kedukaan.


Perspektif makin berkurang : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.

Busur-busur berpusat pada satu titik : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.

Piramida : Megah, stabil, kuat atau kekuatan yang kokoh.


Diagonal yang saling bertentangan : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.

Spiral : Kelahiran atau (kekuatan)gaya yang bersifat menerangkan.

Horizontal yang berirama: Malas, ketenangan yang menyenangkan.


Lingkaran atau spiral yang bergerak ke atas : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.

Pancuran ke atas : Pertumbuhan, idealisme, spontanitas.

Perspektif terbalik : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.


Air terjun : Penurunan yang berirama, gaya berat.

Busur bundar: lengkung bulat yang mengesankan kekokohan.

Lekukan berirama: lemah gemulai, keriangan.


Busur bergaya arsitektur: Kepercayaan dan religius.

Garis bersinar: Pemusatan, peletupan atau letusan.

 

Arti Bentuk Logo

Idealnya, fungsi utama garis mampu membentuk simbol yang memiliki pengertian khusus, digunakan sebagai elemen simbol. Penggunaan garis sebagai elemen simbol, awalnya diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 -1945) seorang pengajar juga ilmuwan sosial. Dia menamakan simbol tersebut sebagai Isotype.

Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagi bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya hingga sekarang, bentuk-bentuk simbol (Isotype) ini banyak digunakan dalam perancangan dan desain logo. Tujuan utama penggunaan logo adalah agar mudah diingat dan mempunyai daya komunikasi yang baik untuk khalayak ramai.